Cetak Sendiri E-ID BPJS

E-ID BPJS merupakan fasilitas baru bagi pengguna layanan BPJS,E-ID sendiri kegunaannya adalah bagi perorangan maupun badan usaha yang akan mendaftar BPJS fungsi E-ID BPJS sama dengan kartu yang di cetak oleh kantor BPJS cuman E-ID ini di cetak sendiri oleh perorangan ataupun badan usaha yang mendaftarkan.E-ID.penerbitan e-ID BPJS Kesehatan diperuntukan bagi peserta perseorangan atau mandiri (PBPU) dan BP.“Maksudnya, e-ID diterbitkan oleh BPJS Kesehatan, e-ID dapat dicetak dengan tinta hitam, e-ID memuat identitas peserta BPJS Kesehatan dan memiliki fungsi sama dengan kartu peserta BPJS Kesehatan, e-ID dibawa ketika berobat beserta identitas pendukung berupa KK dan KTP atau lainnya, penggunaan e-ID tunduk pada ketentuan perundangan yang mengatur BPJS Kesehatan, e-ID hanya dipergunakan untuk kepentingan pelayanan program JKN BPJS Kesehatan, dan pemalsuan e-ID akan mendapat ancaman hukuman sesuai perundangan berlaku,” jelas Benjamin.

Mekanisme penerbitan e-ID BPJS Kesehatan untuk peserta perorangan, ulas Benjamin, dapat diakses melalui kantor BPJS Kesehatan, teller, perbankkan, dan website BPJS Kesehatan.

“Artinya, peserta harus memiliki NIK yang terdaftar di Disdukcapil Kementrian Dalam Negeri (e-KTP) dan telah memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pencetakan e-ID BPJS Kesehatan dapat dilakukan setelah peserta melakukan pembayaran channel perbankan. Bagi peserta yang mendaftar di bank, maka pencetakan dilakukan oleh bank. Sedangkan pendaftar melalui website dilakukan setelah peserta membayar, akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan, yang berisi link pencetakan e-ID BPJS Kesehatan,” papar Benjamin.

Ditambahkan Benjamin, sedangkan mekanisme e-ID BPJS Kesehatan untuk peserta badan usaha atau perusahaan, dapat diakses melalui kantor BPJS Kesehatan.
“Jelasnya, setiap badan usaha akan mendapatkan user ID dan password dari aplikaasi kepesertaan. User ID dan password dikirim ke PIC atau HRD setiap badan usaha oleh BPJS Kesehatan. PIC membuka website BPJS Kesehatan, dan memasukan user ID dan password. PIC dapat melakukan pencetakan secara keseluruhan atau perorangan. Pencetakan dapat dilakukan setelah badan usaha melaksanakan pembayaran iuran. Alamat website untuk cetak e-ID yakni, http://bpjs-kesehatan.go.id:8080/bpjs-admin/,” beber Benjamin.

Kepada fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sebut Benjamin, sudah diberitahukan. Jadi, walaupun e-ID hanya dicetak pada kertas biasa, tidak ada perbedaannya dengan kartu defenitif, layanan dan benefitnya sama.
“Kalau ada kecurigaan dari fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan saat ada pasien yang menggunakan e-ID, fasilitas kesehatan tersebut bisa melihat data peserta di data master file, atau melakukan uji petik, dan atau menghubungi BPJS Kesehatan,” tutur Benjamin.

E-ID BPJS

E-ID BPJS merupakan fasilitas baru bagi pengguna layanan BPJS,E-ID sendiri kegunaannya adalah bagi perorangan maupun badan usaha yang akan mendaftar BPJS fungsi E-ID BPJS sama dengan kartu yang di cetak oleh kantor BPJS cuman E-ID ini di cetak sendiri oleh perorangan ataupun badan usaha yang mendaftarkan.E-ID.penerbitan e-ID BPJS Kesehatan diperuntukan bagi peserta perseorangan atau mandiri (PBPU) dan BP.“Maksudnya, e-ID diterbitkan oleh BPJS Kesehatan, e-ID dapat dicetak dengan tinta hitam, e-ID memuat identitas peserta BPJS Kesehatan dan memiliki fungsi sama dengan kartu peserta BPJS Kesehatan, e-ID dibawa ketika berobat beserta identitas pendukung berupa KK dan KTP atau lainnya, penggunaan e-ID tunduk pada ketentuan perundangan yang mengatur BPJS Kesehatan, e-ID hanya dipergunakan untuk kepentingan pelayanan program JKN BPJS Kesehatan, dan pemalsuan e-ID akan mendapat ancaman hukuman sesuai perundangan berlaku,” jelas Benjamin.

Mekanisme penerbitan e-ID BPJS Kesehatan untuk peserta perorangan, ulas Benjamin, dapat diakses melalui kantor BPJS Kesehatan, teller, perbankkan, dan website BPJS Kesehatan.

“Artinya, peserta harus memiliki NIK yang terdaftar di Disdukcapil Kementrian Dalam Negeri (e-KTP) dan telah memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pencetakan e-ID BPJS Kesehatan dapat dilakukan setelah peserta melakukan pembayaran channel perbankan. Bagi peserta yang mendaftar di bank, maka pencetakan dilakukan oleh bank. Sedangkan pendaftar melalui website dilakukan setelah peserta membayar, akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan, yang berisi link pencetakan e-ID BPJS Kesehatan,” papar Benjamin.

Ditambahkan Benjamin, sedangkan mekanisme e-ID BPJS Kesehatan untuk peserta badan usaha atau perusahaan, dapat diakses melalui kantor BPJS Kesehatan.
“Jelasnya, setiap badan usaha akan mendapatkan user ID dan password dari aplikaasi kepesertaan. User ID dan password dikirim ke PIC atau HRD setiap badan usaha oleh BPJS Kesehatan. PIC membuka website BPJS Kesehatan, dan memasukan user ID dan password. PIC dapat melakukan pencetakan secara keseluruhan atau perorangan. Pencetakan dapat dilakukan setelah badan usaha melaksanakan pembayaran iuran. Alamat website untuk cetak e-ID yakni, http://bpjs-kesehatan.go.id:8080/bpjs-admin/,” beber Benjamin.

Kepada fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sebut Benjamin, sudah diberitahukan. Jadi, walaupun e-ID hanya dicetak pada kertas biasa, tidak ada perbedaannya dengan kartu defenitif, layanan dan benefitnya sama.
“Kalau ada kecurigaan dari fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan saat ada pasien yang menggunakan e-ID, fasilitas kesehatan tersebut bisa melihat data peserta di data master file, atau melakukan uji petik, dan atau menghubungi BPJS Kesehatan,” tutur Benjamin.

BPJS Kesehatan Bekerjasama dengan Muhammadiyah

BPJS Kesehatan Perluas Jaringan Fasilitas Kesehatan Bekerjasama dengan PP Muhammadiyah Untuk meningkatkan perluasan Pelayanan Kesehatan di tingkat lanjutan dan perluasan jaringan fasilitas kesehatan serta sosialisasi lebih lanjut terhadap program JKN-BPJS Kesehatan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk melalui jaringan organisasi PP Muhammadiyah. Hal ini disepakati dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara BPJS Kesehatan dengan PP Muhammadiyah pada pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Samarinda besok (23/05) yang ditandatangani oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Fachmi Idris berharap, MoU ini adalah salah satu langkah pemenuhan supply pelayanan kesehatan dari implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan sekaligus upaya sosialisasi bersama untuk semakin meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya warga Muhammadiyah akan pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan sadar bahwa keberhasilan program negara ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya melalui PP Muhammadiyah.

“Seiring dengan meningkatnya jumlah peserta BPJS Kesehatan, maka supply dari pelayanan kesehatan pun akan semakin tinggi sehingga kebutuhan fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan diharapkan semakin luas. Melalui jaringan faskes milik PP Muhammadiyah diharapkan pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan ini akan terpenuhi, sehingga peserta dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan,” terang Fachmi.

Ke depan diharapkan, bentuk kerjasama seperti ini dapat diikuti oleh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan lainnya, sehingga implementasi JKN oleh BPJS Kesehatan akan berjalan semakin baik.

Sampai dengan saat ini, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan 18.272 fasilitas kesehatan (Faskes) baik itu faskes tingkat pertama maupun faskes lanjutan telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Angka ini diharapkan terus bertambah seiring dengan kenaikan jumlah peserta BPJS Kesehatan.

Untuk memperoleh jaringan fasilitas kesehatan yang berkualitas, BPJS Kesehatan juga menerapkan credentialing atau seleksi kualitas provider sebelum bekerja sama. Adapun jumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas, dokter keluarga, dokter gigi, klinik, balai pengobatan, dsb) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan saat ini berjumlah 16.742 fasilitas kesehatan. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (rumah sakit kelas A, B, C, D, swasta, RS khusus, dsb) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan berjumlah 1.530 fasilitas kesehatan.

Hati hati penipuan mengatasnamakan rekening BPJS

Hati Hati penipuan mengatasnamakan rekening BPJS,Untuk para peserta dan calon peserta BPJS hendaknya hati hati jika ada pihak yang meminta mentransfer uang pembayaran bulanan kerekening pribadi BPJS kesehatan hanya bekerja sama dengan bank BRI,BNI dan mandiri dalam hal pembayaran pertama maupun pembayaran bulanan rekening BPJS dan sudah pasti rekening bnk tersebut tinggal datang dan beri tahu teller mau bayar BPJS.hati hati dan tetap waspada terhadap penipuan atasnama Rekening BPJS.
Pemberitahuan Kepada Peserta BPJS Kesehatan

Bersama ini diberitahukan bahwa BPJS Kesehatan tidak membuka nomer rekening khusus dalam hal pembayaran iuran (premi) peserta BPJS Kesehatan. Proses pembayaran Iuran BPJS Kesehatan dilakukan melalui Kantor Bank yang bekerjasama (BRI, BNI dan Mandiri) ATM, internet banking dan EDC yang dilakukan dengan menunjukkan Nomor Virtual Account peserta BPJS Kesehatan.

Kami menghimbau kepada seluruh peserta agar lebih berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan dan apabila ditemukan kejadian serupa mohon untuk dilaporkan kepada Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat. []

Pakai BPJS Di PKU Gombong

PKU Gombong Pakai BPJS Di PKU Gombong

Setelah 4 Bulan menjadi anggota BPJS hari ini di coba untuk periksa dan tidak sepeser uangpun yang dikeluarkan untuk berobat.Cerita dari awal begini.minta rujukan ke puskesmas sampang cilacap kemudian di layani oleh petugas BPJS puskesmas Sampang dan di buatkan rujukan saya pilih rumah sakit swasta yang telah bekerja sama dengan BPJS akhirnya saya pilih Rumah sakit PKU Muhammadiyah Gombong .Sebelumnya pagi pagi banget saya daftar dulu ke poli di PKU gombong lewat Telpon.Setelah jadi rujukan daari puskesmas sampang langsung deh berangkat ke PKU Muhammadiyah Gombong dan disana daftar ulang di pendaftaran dilayani petugas yang ramah,kemudian ke kantor askes untuk verifikasi setelah itu tinggal menunggu panggilan di Poli.

Dengan dokter dan perawat yang melayani dengan ramah dan setelah selesai di periksa dokter dari perawat cuman menitipkan berkas untuk di letakkandi kasir dan dari kasir tidak memungut biaya apapun,jadi bagi teman teman yang belum buat BPJS jangan ragu segera buat dan manfaatkan fasilitasnya.jangan lupa setelah buat setor Premi BPJS jangan Sekali pakai terus tidak di setori lagi.Untuk PKU Gombong Terimakasih Pelayanan BPJS Di rumah sakit PKU Gombong Memuaskan.

Saya sarankan untuk peserta BPJS Di wilayah Cilacap,Banyumas,Kebumen untuk memilih PKU Muhammadiyah Gombong Sebagai Faskes Tingkat II